MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING

July 9, 2012
by infodiknas.net

MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING

Arends (dalamTrianto, 2007:1) mengartikan model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk didalam tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas.

Arends (dalam Trianto, 2007:2) menyatakan bahwa: The term teaching model refers to a particular approach to instruction that includes its goals, syntax, enviroment, and management system. Istilah model pengajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk tujuannya, sintaknya, lingkungannya, dan sistem pengelolaannya.

Menurut Aunurrahman (2009:146) model pembelajaran diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para guru untuk merencankan dan melaksankan aktivitas pembelajaran. Sedangkan menurut Suyatno (2009:25-26) model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas.

Lahirnya Konsep Model Pembelajaran Quantum Teaching

Menurut Deporter dkk (2002:3) model pembelajaran  Quantum Teaching adalah penggubahan belajar yang meriah dengan segala nuansanya yang berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas. Deporter (dalam Deporter dkk 2002:4) pembelajaran Quantum Teaching pertama kali digunakan di Super Camp, sebuah program percepatan Quantum Learning yang ditawarkan Learning Forum, yaitu sebuah perusahaan pendidikan internasional yang menekankan perkembangan keterampilan akademis dan keterampilan pribadi.

Quantum Teaching adalah badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan, penyajian, dan fasilitas Super Camp diciptakan berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Accelerted Learning (Lozanov), Multiple Intellgences (Gardner), Neuro Linguistic Programming (Grinder dan Bandler), Experential Learning (Hahn), Socratic Inquiry, Cooperative Learning (Johnson dan Jhonson), dan Elements of Effective Instruction (Hunter), Quantum Teaching merangkaiakan yang paling baik dari yang terbaik menjadi sebuah paket multisensori, multikecerdasan, dan komplitebel dengan otak, yang pada akhirnya akan melejitkan kemampuan guru untuk mengilhami dan kemampuan murid untuk berprestasi (Deporter, 2002:4).

Karakteristik Model Pembelajaran Quantum Teaching

Menurut Sugiyanto (2009:74-78)  karakteristik model pembelajaran Quantum Teaching sebagai berikut:

1)        Memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna. Dalam proses pembelajaran dipandang sebagai penciptaan intekasi-interaksi bermutu dan bermakna yang dapat mengubah energi kemampuan pikiran dan bakat alamiah pembelajar menjadi cahaya yang bermanfaat bagi keberhasilan pembelajar.

2)        Menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi. Dalam prosesnya menyingkirkan hambatan dan halangan sehingga menimbulkan hal-hal seperti: suasana yang menyengkan, lingkungan yang nyaman, penataan tempat duduk yang rileks, dan lain-lain.

3)        Menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran. Dengan kealamiahan dan kewajaran menimbulkan suasana nyaman, segar sehat, rileks, santai, dan menyenangkan serta tidak membosankan.

4)        Menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran. Dengan kebermaknaan dan kebermutuan akan menghadirkan pengalaman yang dapat dimengerti dan berarti bagi pembelajar, terutama pengalaman perlu diakomodasi secara memadai.

5)        Memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi suasana yang memberdayakan, landasan yang kukuh, lingkungan yang mendukung, dan rancangan yang dinamis. Sedangkan isi pembelajaran meliputi: penyajian yang prima, pemfasilitasan yang fleksibel, keterampilan belajar untuk belajar dan keterampilan hidup.

6)        Menanamkan nilai dan keyakinan yang positif dalam diri pembelajar. Ini mengandung arti bahwa suatu kesalahan tidak dianggapnya suatu kegagalan atau akhir dari segalanya. Dalam proses pembelajarannya dikembangkan nilai dan keyakinan bahwa hukuman dan hadiah tidak diperlukan karena setiap usaha harus diakui dan dihargai.

7)        Mengutamakan keberagaman dan kebebasan sebagai kunci interaksi. Dalam prosesnya adanya pengakuan keragaman gaya belajar siswa dan pembelajar.

Prinsip-prinsip Quantum Teaching

Menurut Deporter dkk (2002:7) Quantum Teaching memiliki lima prinsip sebagai berikut:

1)        Segalanya berbicara

Maksudnya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh guru, dari kertas yang guru bagikan hingga rancangan pelajaran guru, keseluruhannya mengirim pesan tentang belajar.

2)        Memiliki tujuan
Semua yang terjadi karena guru mempunyai tujuan seperti seorang guru yang harus secara hati-hati menyusun pelajaran.

3)        Pengalaman sebelum pemberian nama
Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks, yang akan menggerakkan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari. Pembelajaran berjalan sukses ketika murid mengalami informasi pada awal pembelajaran.

4)        Mengakui setiap usaha
Dalam belajar mengandung resiko dan keluar dari rasa nyaman. Pada langkah ini, murid berhak atas pengakuan dari kecakapan dan rasa percaya diri mereka. Murid mengambil resiko dan membangun kompetensi dan kepercayaan diri mereka.

5)        Layak dipelajari maka layak dirayakan
Perayaan atau memberikan sesuatu sebagai reward adalah suatu umpan balik mengenai kemajuan murid dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Quantum Teaching

Menurut Indrawan (http://psychemate.blogspot.com/2007/12/quantum-teaching.html diakses tanggal 10 Maret 2010), ada 6 langkah model pembelajaran Quantum Teaching  yaitu:

(1)     Tumbuhkan minat dengan memuaskan, yakni apakah manfaat pelajaran tersebut bagi guru dan murid. Pada tahap ini guru menggali pengetahuan awal siswa dengan pertanyaan.

(2)     Alami, yakni ciptakan dan datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar. Pada tahap ini guru memberikan media gambar kepada siswa dan guru mengajukan pertanyaan kepada siswa.

(3)     Namai, untuk ini harus disediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi : yang kemudian menjadi sebuah masukan bagi si anak. Pada tahap ini guru membimbing siswa berdiskusi dan guru membimbing siswa menamai konsep.

(4)     Demonstrasikan, yakni sediakan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan bahwa mereka tahu. Pada tahap ini guru meminta siswa mengerjakan soal di depan kelas.

(5)     Ulangi, yakni tunjukkan kepada para pelajar tentang cara-cara mengulang materi dan menegaskan “Aku tahu bahwa aku memang tahu ini”. Pada tahap ini guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dan guru meminta siswa untuk membaca hasil kesimpulannya.

(6)     Rayakan, yakni pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan perolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan. Pada tahap ini guru merayakan keberhasilan dengan tepuk tangan.

(oleh: SHOLEH HUDIN (2100720039), Pend. Matematika FKIP UNISMA

About the author

informasi dunia pendidikan dan budaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*