BAHASA INGGRIS SD

December 7, 2012
by GURU SD

Sabtu, 13 Oktober 2012
Pemerintah Harus bertanggung jawab terhadap nasib guru-guru Bahasa Inggris SD

Dengan adanya perubahan kurikulum pada tahun ajaran 2013/2014 jelas menonjobkan Guru-guru Bahasa Inggris yang sudah mengabdi, mendedikasikan dirinya di SD. Kurikulum yang baru meniadakan pelajaran Bahasa Inggris yang tadinya sebagai muatan lokal. Jika memang di tahun ajaran baru nanti kurikulum benar-benar diimplementasikan, maka praktis guru yang selama ini mengampu Bahasa Inggris di SD tidak akan mempunyai tempat lagi untuk mengajar karena memang sudah tidak ada lagi mata pelajaran yang dapat diajar oleh guru Bahasa Inggris.

Guru Bahasa Inggris SD
Pak Menteri, Kami guru-guru Bahasa Inggris SD mohon kebijaksanaan dari Bapak terkait dengan penghapusan Mapel Bahasa Inggris di SD
Gambar dari : http://edukasi.kompas.com

Berbicara fakta di lapangan, pemerintah harus mengetahui bahwa data guru Bahasa Inggris lulusan S1 Pendidikan Bahasa Inggris jumlahnya sangat banyak yang sudah terlanjur mengabdi di SD. Sebagian dari mereka ada yang mengabdi sejak tahun 2003, 2004 dan 2005. Berapa tahun mereka sudah menghabiskan watunya mengajar Bahasa Inggris di SD. Yang paling menyedihkan adalah mereka yang sudah masuk Kategori II. Dengan adanya perubahan kurikulum, maka jelas akan memupuskan harapan mereka, akan menonjobkan mereka. Hampir setiap SD di seluruh wilayah tanah air memiliki guru yang mengampu pelajaran Bahasa Inggris.

Apakah manusiawi jika Pemerintah sama sekali tidak peduli dengan nasib mereka. Selama ini mereka telah megorbankan waktunya, mengabdikan dirinya untuk anak-anak generasi penerus bangsa. Mereka juga memiliki keluarga, memiliki anak-anak, mereka memiliki kebutuhan hidup. Saat ini para guru pengampu Bahasa Inggris di SD sedang dalam kegamangan dan dalam ketidakpastian menunggu keputusan dari Bapak mendikbud yang akan segera memberlakukan kurikulum baru di SD tanpa mata pelajaran Bahasa Inggris. Yang jelas dengan adanya perubahan dan penyederhanaan kurikulum praktis guru Bahasa Inggris di SD tidak memiliki pekerjaan lagi (dinonjobkan secara tidak langsung oleh pemerintah)

Pemerintah seharusnya memberikan kebijakan yang seadil adilnya pada para guru Bahasa Inggris yang selama ini mengabdi pada negara. Apakah manusiawi jika dengan diberlakukannya kurikulum baru nanti mereka dilupakan saja, mereka tidak diperhatikan, tidak diberi apresiasi. Seharusnya pemerintah harus memikirkan langkah apa yang harus diambil menanggapi nasib guru-guru Bahasa Inggris yang sudah terlanjur mengajar di SD. Mau dikemanakan mereka. Apa setelah lama mengabdi dan mengajar pada negara lantas mereka dilupakan tanpa jejak? Semoga pemerintah(Kemdikbud) dapat memikirkan dan memberikan solusi terhadap guru-guru Bahasa Inggris yang selama ini sudah mengajar di Sekolah Dasar.

About the author

2 Comments

  • chabib says:

    Kurikulum 2013.
    Itu semua hanya sebuah proyek besar pemerintah, dengan dalih memperbaiki dunia pendidikan. Sebenarnya hanya sebuah proyek yg nantinya akan mengucurkan dana yang sekian besar untuk pembiayaan dan pengadaan ,yang sebenarnya hasilnya belum tentu lebih baik dari kurikulum saat ini. Bagaikan seorg dukun sakti,dengan waktu 4 bln ingin merubah dunia pendidikan.

  • vilvala wilson says:

    hal ini terjadi dengan istri saya, istri saya dulunya guru bahasa Inggris SMp , karena adanya wacana Sekolah RSBI, maka istri saya di tugaskan di SD. sekarang karena di berlakukan Kurikulum 2013 Istri saya disuruh pindah dan cari sekolah SMP yang bisa menampung Istri saya. Masalahnya adalah Guru yang mengajar Smp Atau SMa Sederajat sdh kekurangan jam untuk memenuhi jam wajib sertifikasi. jadi pak mentri yang pintar ini lupa nampaknya mencarikan solusi untuk kasus yang seperti ini. atau memang guru bhs. Ingris SD dikorbankan untuk mencerminkan bahwa menteri dan stafnya adalah orang2 pintar yang bisa bikin kurikulum yang beda dari pendahulunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*